29 Maret 2015

Bayar Kuliah, Satu dari Dua Puluh Mahasiswa Jadi Pekerja Seks

Kebanyakan dari mereka merahasiakan pekerjaannya.

Sebuah penelitian terbaru menyatakan bahwa satu dari dua puluh mahasiswa bekerja sebagai pekerja seks untuk membiayai kuliah mereka, membiayai gaya hidup atau membayar utang.

Penelitian ini dilakukan oleh Universitas Swansea, Inggris terhadap mahasiswa di Inggris. Jenis pekerjaan tersebut meliputi prostitusi hingga seks melalui internet.

Dari basil penelitian yang bertajuk the Student Sex Work ini, Swansea menyarankan agar pihak universitas memberikan lebih banyak dukungan kepada para mahasiswa di Inggris.

Doktor Tracey Sagar, yang memimpin penelitian ini menyatakan,”Kami memiliki bukti yang cukup jelas bahwa mahasiswa banyak yang bekerja di industri seks di seluruh Inggris.”

Kebanyakan dari para pekerja seks mahasiswa ini merahasiakan pekerjaannya karena adanya stigma sosial dan takut akan dihakimi oleh keluarga dan teman-teman mereka. Lebih banyak lelaki ketimbang perempuan yang melakukan pekerjaan ini.

“Kami juga menyadari bahwa tidak semua mahasiswa merasa aman atau aman dalam bidang pekerjaan ini. Penting bagi universitas untuk mengetahui kondisi ini dan membantu para mahasiswanya,” ujar Sagar.

Penelitian ini mellibatkan 6.750 mahasiswa. Dalam penelitian tersebut, sebanyak 5 persen lelaki menyatakan menjadi pekerja seks dan perempuan yang melakukan ini hanya 3 persen. Sementara total 22 persen responden menyatakan akan mempertimbangkan untuk menjadi pekerja seks.

Hampir dua pertiga responden mengungkapkan bahwa motivasi mereka adalah untuk mempertahankan gaya hidup sementara sebanyak 56 persen menyatakan untuk membiayai hidup sehari-hari.


(Guardian)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar