Kisah Penumpang Selamat dari Kecelakaan Kereta Api Spanyol

Kereta Anjlok di Spanyol, 77 Peziarah Katolik Tewas
Ricardo Montesco, penumpang kereta api yang selamat mengatakan, kepada stasiun radio, Cadena Ser, bagaimana kecelakaan kereta api di Kota Santiago, Spanyol berlangsung. Kereta api mendekati tikungan.


Kecepatan kereta itu sangat tinggi. Kereta sempat membentur tiang beton di dekat rel. Kereta kemudian terguling. Ada satu gerbong menumpuk pada satu gerbong yang lainnya.
Usai kejadian itu, Montesco berusaha menyelamatkan penumpang lain yang terjebak dalam gerbong. Ia bersama penumpang lain berusaha menarik mereka yang tergencet di bagian bawah gerbong. »Kami mencoba menarik keluar,” kata Montesco kepada stasiun radio Cadena Ser. 


Mentsco yang berada di gerbong kedua bersama penumpang lain kemudian melihat ada gerbong yang terbakar.  Ia juga melihat mayat penumpang yang tak selamat. »Kami menyadari kereta terbakar .... Aku berada di gerbong kedua dan ada api .... Saya melihat mayat," kata dia.


Kecelakaan kereta api di Kota Santiago de Compostela, Spanyol menewaskan sedikitnya 78 orang. Ini kecelakaan terburuk dalam lima tahun terakhir di Negara itu. Kepolisian masih menyelidiki penyebab kecelakaan yang mengakibatkan 140 penumpang terluka, 36 di antaranya luka serius tersebut.

Ini merupakan kecelakaan terburuk di negara itu dalam beberapa dekade terakhir. Keamanan rel Spanyol tergolong lebih baik daripada rata-rata Negara di Eropa. Badan Kereta Api Eropa mencatat Spanyol berada pada peringkat 18 dari 27 negara berdasarkan kematian per kilometer perjalanan kereta api. Ada 218 kecelakaan kerta api di Negara itu antara 2008-2011 jauh di bawah rata-rata Uni Eropa yang mencapai 426 kali.


Kecelakaan dengan korban sebanyak itu terjadi pada 1972 di Andalusia. Tabrakan kereta kala itu menyebabkan penumpang tewas antara 76 dan 86 orang. Tom Burridge kepada BBC mengungkapkan Madrid telah menggelontorkan uang yang banyak untuk jaringan kereta.