10 Maret 2015

Rupa-rupa Cara Cegah Begal

Aksi begal kembali marak belakangan ini. Masyarakat, terutama yang sering pulang kerja malam hari, semakin resah. Peningkatan keamanan yang dilakukan aparat kepolisian ternyata tidak membuat mereka langsung merasa aman selama di perjalanan. Itu sebabnya, mereka yang memiliki kendaraan memiliki cara untuk mempertahankan diri bila sewaktu-waktu disasar komplotan begal. Berikut ini cara-cara yang dilakukan untuk mencegah menjadi korban begal.

Bawa pompa sepeda

Dian Marani (25), seorang karyawati di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan, memilih untuk selalu menyimpan pompa sepeda di dalam tas. Ia memang hobi naik sepeda. Secara tidak sengaja, ide membawa pompa ini terbersit di kepalanya sejak marak kasus begal di Jabodetabek.

"Pompa sepeda palingan ya, agak berat juga nih. Buat jaga diri kalau amit-amit dicegat orang-orang nggak bener kayak gitu. Lumayan enak nih pompa kalau kena di muka orang," ujar Dian setengah bercanda.

Nebeng

Salah satu anggota komunitas Nebengers Jakarta Timur, Andi Prayoga (24) harus melewati rute Cawang-Sudirman setiap hari. Yoga selalu aktif untuk memberi tebengan bersama anggota komunitas lain yang memiliki rute sama dengan dirinya.

"Kalau di komunitas kita selalu aktif bikin kopdar, jadi selalu punya temen pulang bareng. Ada yang nebeng ada juga yang sama-sama bawa motor. Kita usahakan untuk selalu bareng ke tempat tujuan. Saling waspada juga di jalan. Sisanya serahkan ke Tuhan," kata Yoga.

Bergabung dalam komunitas ini, menurut Yoga, sangat bermanfaat, terlebih dengan maraknya kasus kejahatan di jalan raya. Seraya promosi, Yoga mengajak masyarakat untuk tebeng-menebeng di komunitas Nebengers.

Konvoi
Ini dilakukan oleh Yahya (29), karyawan perusahaan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Terutama sejak banyak begal, kalau pulang ke Pasar Rebo, Jakarta Timur, ia ikut rombongan atau konvoi sesama pengguna sepeda motor.

"Kalau pulang malam, biasanya saya kalau pulang bareng rombongan. Nah kalau dari Priok, biasanya banyak tuh rombongan dari Astra, saya biasanya ikut-ikutan aja. Mereka ngerti kok kalau kita juga pulang ke malaman, jadi biasanya dikasih ikut rombongan," kata Yahya.

Tapi kalau seandainya tidak ditinggal rombongan dan terpaksa sendirian, maka Yahya memakai ilmu waspada. "Nah, kalau sudah sendirian, biasanya saya ngawasin spion," tuturnya.

Ngebut

Lain lagi dengan Arbi (31), warga Bojong Gede, Depok. Kiat menghindari begal yang ia terapkan ialah naik sepeda motor dengan kecepatan tinggi supaya tak bisa dikejar begal.

"Kalau balik malam sekitar jam 01.00 WIB lebih, saya pasti ngebut alias nggak nurunin gas sama sekali kecuali lampu merah juga. Kecepatan 80 sampai 100 karena jalanan kosong juga. Terus, jangan bawa motor dengan kondisi stabil, dalam artian ngegas pelan-pelan karena begal demen banget sama yang beginian," kata Arbi saat ditemui di Tebet.

Modifikasi motor

Selain ngebut, Arbi masih punya tips lagi. Yakni, memodifikasi sepeda motor. Caranya, Yaitu dengan cara membuat saklar rahasia, di mana saklar ini berfungsi untuk mematikan listrik dari kunci starter.

"Buat semacam tombol saklar yang mudah buat dijangkau dan orang nggak tahu. paling nggak ketika kita dalam bahaya, kita bisa matiin motor kita. Insya Allah begal kagak bakal bawa motor kamu dalam kondisi mesin mati," kata dia.

Jangan tanggapi panggilan

Selain itu, untuk menghindari jadi sasaran begal adalah dengan tidak peduli dengan teguran dari siapapun selama di tengah jalan. Arbi mengatakan modus menegur juga banyak dipakai begal.

"Menghindar jika ada orang menegor di tengah jalan, seperti misal nanya alamat dan lain-lain, dan selalu waspada sambil liat-liat spion. Terakhir, jangan lupa berdoa," katanya.

Naik angkot

Untuk kaum perempuan, ada tips menarik dari Tiara (24), warga Depok yang pekerja di kawasan Senayan. Tiara tidak menggunakan kendaraan pribadi, tapi memilih memanfaatkan angkutan umum untuk transportasi sehari-hari.

Namun, kalau sudah larut malam, menurut Tiara, ada yang perlu diperhatikan ketika akan naik angkot. Pertama, selalu usahakan cari angkutan yang banyak penumpangnya dan selalu membawa payung untuk jaga diri.

"Pokoknya kalau pulang kemalaman, cari keramaian, jangan sendirian. Dan kalau aku sih bawa payung untuk senjata kalau ada apa-apa," ujar Tiara.

Sumber: 
Suara.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar