Harapan ada Stimulus, Bursa Asia Menguat

Headline
Singapura - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan saham Kamis (23/8/2012). Hal itu seiring spekulasi bank sentral di Amerika Serikat dan China akan melonggarkan kebijakan moneter di tengah tanda-tanda pertumbuhan perekonomian melambat.

Indeks MSCI Asia Pacific Index naik 0,9% ke level 121.73. Indeks saham Hang Seng naik 1,2%. Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,5%, indeks saham Australia S&P naik 0,2%, dan indeks saham Shanghai naik 0,3%.

The preliminary reading for purchasing manager index untuk China sebesar 47,8 pada Agustus dari periode Juli sebesar 49,3. Hal tersebut turut memberikan pengaruh ke bursa saham."Ini mungkin salah satu kesempatan ketika berita buruk adalah berita baik. Pelemahan data ekonomi China kemungkinan akan mendapatkan respon kebijakan lebih," ujar Garry Evans, Head of Global Equity Strategy HSBC, seperti dikutip dari Marketwatch, Kamis (23/8/2012).

Selain itu, kemungkinan beberapa pelonggaran yang dilakukan oleh The Fed. Hal itu akan terlihat dalam pertemuan bank sentral pada September mendatang. Para pembuat kebijakan dalam pertemuan 31 Juli-1 Agustus lalu memutuskan akan meningkatkan stimulus apabila diperlukan untuk memacu pertumbuhan dan memotong tingkat pengganguran.

Saham Jiangxi Copper Co naik 3,6%. Saham Sinopharm Group Co naik 6,2% setelah mengumumkan kinerja laba semester pertama 2012 naik 22%. Saham QR National Ltd naik sebesar 2,3%.

Saham China Telecom naik 6,7% menjadi HK$4,45 setelah mencatatkan kinerja kuartal kedua 2012 lebih baik dari perkiraan analis. Selain itu, JP Morgan Chase and Co menaikkan rating menjadi overweight dari netral. Saham Henderson Land Development Co naik 4,7% menjadi HK$49,05. Sementara itu, saham Fairfax Media Ltd turun 9,7% menjadi 51 sen.