Obama Menang, Seberapa Pengaruhnya untuk Indonesia?

Obama dan keluarga sebelum memberi pidato kemenangan (Foto: Reuters/Jeff Haynes)
Pengamat hukum internasional Hikmahanto Juwono mengatakan, terpilihnya kembali Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat akan memberi dampak positif ke Indonesia. "Dibanding Mitt Romney, efeknya ke Indonesia jauh lebih baik jika Obama yang terpilih," kata Hikmahanto saat dihubungi, Rabu, 7 November 2012.

Pengajar Universitas Indonesia itu menganggap keterkaitan psikologis akan membuat Obama memasukkan Indonesia dalam peta kerja sama Amerika dengan negara-negara dunia. Indonesia, kata Hikmahanto, akan dijadikan kandidat dari Partai Demokrat itu sebagai mitra dalam menyelesaikan sejumlah persoalan, seperti konflik Israel-Iran, Rohingya, dan Asean.

Namun dalam bidang pertahanan, Hikmahanto memperkirakan kerja sama Amerika-Indonesia tidak berubah banyak. "Tidak akan ada perubahan signifikan. Kita tetap jadi partner kebijakan mereka, terutama dalam menyelesaikan masalah di Laut Cina Selatan," ujarnya.

Adapun dalam penegakan hak asasi manusia, Obama diperkirakan tidak akan "cerewet" terhadap Indonesia. Musababnya, Obama menilai sejumlah pelanggaran HAM di Indonesia bukan karena ketidakbecusan pemerintah, namun karena banyak konflik yang terjadi bersifat horizontal.

Yang mesti diwaspadai adalah kemungkinan Obama memanfaatkan hubungan baiknya dengan Indonesia untuk melakukan renegosiasi kontrak PT Freeport di Papua. Terlebih selama masa kampanye, Romney kerap menyebut Obama kurang serius mengentaskan Amerika dari krisis ekonomi.

Hikmahanto memprediksi, perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia hingga 2041, akan dijadikan satu cara Obama menjawab kritikan Romney. "Meski Hillary Clinton (Perdana Menteri Amerika Serikat) mengklaim kedatangannya ke sini tak terkait Freeport, namun ke depan hal ini mesti diperhatikan pemerintah kita."

Terpilihnya Obama juga dinilai Hikmahanto positif dalam memperbaiki hubungan negara-negara Islam dengan Barat. Karakter Obama yang persuasif juga dinilai lebih produktif dalam menyelesaikan konflik di negara Islam, dibanding Romney yang cenderung keras.