16 Oktober 2013

Foto Mesra di Tempat Karaoke, Pejabat China Dipecat

Pejabat China bermesraan di karaoke
Enam pejabat Pemerintah Daerah Provinsi Jiangsu, di timur China dipecat akibat foto mesranya saat bernyanyi di tempat karaoke, tersebar di media sosial China, Weibo.

 
Dalam beberapa foto yang dilansir laman China.org, Selasa 15 Oktober 2013, tergambar dengan jelas para pejabat itu tengah memeluk dan memangku beberapa gadis karaoke. Bahkan dalam satu foto terlihat jelas, salah satu pejabat memegang gadis karaoke tersebut.

Menurut hasil investigasi yang dilakukan pejabat komisi disiplin, salah seorang Pejabat dari Desa Guanlu, Wang Changjia, yang berinisiatif mengadakan pesta karaoke tersebut. Changjia mengundang kelima pejabat lainnya untuk makan malam pada tanggal 17 September kemarin.

Tujuannya untuk berterima kasih kepada kelima pejabat itu atas bantuannya dalam menuntaskan pekerjaan Changjia. Usai santap malam, mereka memutuskan untuk bersenang-senang di tempat karaoke.

Untuk dapat bernyanyi di tempat karaoke itu, setiap orang dipungut biaya 100 Yuan atau Rp183 ribu. Belum cukup, keenam pejabat ini lantas turut meminta agar beberapa gadis yang bekerja di karaoke itu menemani mereka bernyanyi.

Ini bukan kali pertama pejabat China dipecat karena perilaku tidak pantas. Sebelumnya, seorang pejabat di provinsi Zhejiang dipecat karena difoto tengah digendong saat melewati banjir.

Menurut kantor berita Xinhua Selasa kemarin, pejabat yang diketahui bermarga Wang itu digendong karena dia memakai sepatu mahal. Wang diketahui bekerja untuk pemerintah Township Sanqishi di kota Yuyao, provinsi Zhejiang.
Pemerintah setempat telah mencopot Wang sebagai direktur kantor konstruksi kota. Wang yang memakai memakai sepatu dari kain, mengaku awalnya akan berjalan tanpa alas kaki di atas genangan air untuk mencapai rumah korban.

Namun seorang penduduk desa mengangkat Wang di punggungnya, meskipun Wang sempat bersikeras berjalan tanpa alas kaki. Penduduk desa lainnya kembali menggendong Wang ketika akan meninggalkan rumah korban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar