05 Februari 2015

Mahasiswa UGM ini teliti penggemar Japan Adult Video buat skripsi

Berawal dari lomba pidato bahasa jepang, Muhammad Naufal Ridha, yang saat itu masih kuliah di jurusan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, UGM membuat penelitian terhadap para penggemar JAV (Japan Adult Video) di kampusnya. Dalam lomba pidato tersebut dia mengangkat tema situs porno. Saat mendapat tanggapan bagus dari para juri, dia pun kemudian berniat menjadikan pidatonya tersebut menjadi skripsi.


Mahasiswa UGM ini teliti penggemar Japan Adult Video buat skripsi



Maria Ozawa (Miyabi)

Berawal dari lomba pidato bahasa jepang, Muhammad Naufal Ridha, yang saat itu masih kuliah di jurusan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, UGM membuat penelitian terhadap para penggemar JAV (Japan Adult Video) di kampusnya. Dalam lomba pidato tersebut dia mengangkat tema situs porno. Saat mendapat tanggapan bagus dari para juri, dia pun kemudian berniat menjadikan pidatonya tersebut menjadi skripsi.

"Yang begitu kan masih tabu, tadinya pidato itu soal JAV, tapi karena ada juri dari Jepang, saya nggak enak, akhirnya saya ubah jadi situs porno," katanya pada merdeka.com, Rabu (4/2) sore.

Gagasan awal penelitian terhadap penggemar JAV sendiri bermula dari perubahan persepsi orang Indonesia tentang Jepang. Menurutnya anak-anak yang merasakan dasyatnya pengaruh film Doraemon dan Tsubasa membuat persepsi tentang Jepang lekat dengan sikap orang Jepang yang disiplin, selalu bersemangat, rajin dan lainnya seperti yang digambarkan dalam film tersebut.

"Awal pemikiran saya sih dari persepsi orang tentang jepang, kalau angkatan 2006 kebawah kalau ditanya apa yang diketahui tentang jepang, maka ingatnya Doraemon, Tsubasa. Tapi tidak angkatan 2009, kebetulan saya ada di angkatan itu," ujarnya.

Pada generasi 2006 ke atas, lanjutnya, orang-orang tidak kenal lagi Doraemon dan Tsubasa. Justru yang mereka kenal adalah JAV.

"Saya pernah kenalan sama orang, bilang dari jurusan Sastra Jepang, komentar mereka langsung, wah asik dong bisa ngobrol dengan Miyabi, ternyata justru itu yang terlontar. Soal bokepnya," jelasnya.

Tahun 2013, dia kemudian kemudian mengajukan skripsi dengan judul "JAPAN ADULT VIDEO (STUDI KASUS 4 MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA PENGGEMAR JAV)". Dia meneliti empat mahasiswa empat mahasiswa dari angkatan 2007-2011 yang merupakan penggemar JAV.
"Saya milihnya pakai snowball, tanya ke teman-teman, siapa nih yang biasa koleksi JAV. Akhirnya dapat empat orang itu. Dari empat itu saya wawancara mendalam, apakah ada perubahan persepsi yang ditanamkan lewat film seperti Doraemon tentang jepang setelah melihat JAV," urainya.

Hasilnya pun cukup mengejutkan. Ternyata persepsi tentang jepang tidak mengalami perubahan setelah menonton JAV.
"Awalnya dosen bilang, ini nggak usah diteliti, hasilnya pasti berubah. Tapi ternyata khusus penggemar, tidak ada perubahan. Mereka menganggap sama saja. Mereka sadar, setiap negara punya juga produk porno, jadi biasa saja," tuturnya.

Sayangnya, meski mendapat banyak pujian, namun skripsi tersebut tidak mendapatkan nilai yang tinggi. Pasalnya sample penggemar JAV hanya empat orang.

"Terlalu sedikit empat kata dosen. Dapat nggak sampai A nilainya. Tapi kalau sampelnya ditambah saya juga yang pusing, empat saja sudah rumit," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar