24 April 2014

Disekap dekat Monas, 2 ABG Semarang akan dijual Rp 1 miliar


Dua gadis ABG dari Kota Semarang, Jawa Tengah berinisial MW (14) dan LG (17) disekap di dekat kawasan Monas, Jakarta Pusat oleh pria yang menjanjikan pekerjaan sebagai PRT. Ternyata, keduanya akan dijual Rp 500 juta per orang.

Kejadian bermula saat dua ABG itu jalan-jalan hari Minggu (13/4) malam lalu di Lapangan Pancasila Kawasan Simpang Lima, Kota Semarang.

"Saat bertemu kami berdua ditawari pekerjaan untuk jadi pembantu di Jakarta. Gajinya mencapai jutaan rupiah," ujar GL saat ditemui di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Mapolrestabes Semarang Jalan Dr Soetomo Kota Semarang, Jawa Tengah Rabu (23/4) malam.

GL dan MW menuruti pria tersebut karena tergoda tawaran gaji tinggi. Saat berada di Bandara Internasional Ahmad Yani, pria lain bernama Bawor memaksa untuk ikut dan mereka berangkat ke Jakarta menggunakan angkutan mobil travel.

"Kami kemudian langsung diajak beli tiket travel. Orang namanya Bawor ikut memaksa," ungkapnya.

Di Jakarta, dua ABG tersebut malah disekap di rumah kosong tak jauh dari Kawasan Monumen Nasional (Monas). Mereka tidak diberi makan maupun minum selama dua hari berturut-turut.

"Kami mulai khawatir serta panik apalagi mendengar percakapan menelepon seseorang. Waktu orang itu (pelaku) menelpon, saya dengar katanya kami mau dijual, satu orangnya Rp 500 juta. Jelas kami takut, enggak bisa keluar soalnya pintu dikunci," tutur LG.

Melihat penjaganya tidur, mereka pun melarikan diri dengan menjebol jendela hingga sampai ke Mapolsek Indramayu. Dari kantor polisi, keduanya menghubungi kedua orang tuanya di Kota Semarang.

Bersama orang tuanya, korban melaporkan kejadian itu ke Mapolrestabes Semarang. Heri (29), ayah kandung WM mengaku mengenal Bawor, pria yang diduga pelaku. Bawor berhasil ditangkap.

"Saya kenal dia (Bawor), saya langsung emosi, saya cari dia langsung saya bawa kesini (Mapolrestabes Semarang). Kok tega-teganya mau jual anak saya dengan harga Rp 500 juta," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar